Kisah R A A Sacapati
Barangkali ada yang belum tahu tentang silsilah atau sejarah singkat
R.A.A Sacapati I ,, Silsilah R.A.A Sacapati I adalah masih keturunan
raja-raja Sumedang larang mgkin secara singkat saya catat dari Prabu
Geusan Ulun yg mempunyai PutraDalem Rangga Gede dari pernikahan nya
dengan Ratu Tjukang Gedeng waru, kemudian Dalem Rangga Gede mempunyai
seorang putra yg bernama Dalem Banda yuda, yg dimakamkan di manangga
sedangkan adiknya bernama Wangsubaya yg dimakamkan di Cisalak, Dalem
Bandayuda mempunyai seorang putra yg bernama R.A.A Sacapati I yg
menjabat sebagai patih sumedang ketika Ayah dari Pangeran
Djamu/Pangerang Kornel yg menjabat bupati sumedang, dan ketika ayah
P.Kornel sdh sepuh untuk menjadi seorang bupati sedangkan
R.Djamu/P.Kornel yg masih berusia 9 Tahun yg sdh barang tentu belum
memenuhi syarat menjadi bupati sumedang sebagai penerus ayah nya maka
untuk sementara/panyelang Pada tanggal 19 Juni 1775 diangkatlah Bupati
dari Parakan Muncang yang bernama Tanubaya II dgn perjanjian stlah
R.Djamu/P.Kornel sdh cukup umur maka jabatan bupati sumedang harus
dikembalikan/diserahkan kpd R.Djamu/P.Kornel atau jabatan diserahkan ke
saudaranya P.Kornel yaitu R.Ema/ lbh dikenal dgn sebutan dalem Talun,
akan tetapi Tanubaya I menyerahkan jabatan bupatinya ke anak kandungnya
Patra Kusumah dgn sebutan Tanubaya II dan kompeni melantik Tanubaya II
sbg Penerus bupati sumedang, namun Tanubaya II khawatir bahwa R.Djamu
akan menuntut haknya sebagai penerus bupati maka membuat siasat
menjodohkan dgn putri kandungnya. R.A.A masih ttp menjadi Patih sumedang
dan selalu mengingatkan bahwa pewaris bupati sesungguhnya adalah
R.Djamu/P.kornel, maka dgn pernikahan dgn putrinya Nyi R.Raja
Maria/R.Ayu Chandra Kusumah bisa menghapus ke khawatiran nya, akan
tetapi stlh pernikahan terjadi bathinnya selalu merasa khawatir akan
direbut tahtanya sbgai bupati sumedang, sehingga akan merencanakan hal
yg buruk terhadap menantunya sendiri P.Kornel, akan tetapi P.Kornel
mengetahui niat buruk mertuanya maka secara diam-diam R.Djamu
meninggalkan Sumedang tanpa membawa istrinya krn tdk mgkin membawa
istrinya sdngkan ayah istrinya/mertuanya yg berniat buruk, kemudian
R.Djamu pergi menuju Limbangan garut menemui sanak family ayahnya yg
berada dilimbangan garut, kita simpan terlebih dahulu perjalanan
P.kornel kita ceritakan Tanubaya II yg stlh mengetahui menantunya kabur
menjadi tak terkendali krn niat buruknya tdk terlaksana sehingga bupati
sumedang memerintahkan patih sumedang yaitu R.Sacapati I mencari
keberadaanya, sedangkan dlm melaksanakan tutah bupati sumedang tersebut
R.A.A sacapati I berniat ingin mengetahui keberadaanya dan memberikan
perlindungan spy selamat dari pengejaran prajurit yg setia kepada bupati
Tanubaya II, bertahun sdh tak mendapatkan kabar ttg R.Djamu tidak
membuat tenang hati Tanubaya II, sehingga banyak tugas-tugas kabupatian
nya terabaikan, dan membuat sang bupati menjadi beringas dan tak segan
menindak rakyat sumedang yg dianggap tutup mulut untuk melindungi
R.Djamu..... Karena menindas Rakyat maka Kompeni Belanda tampil untuk
meraih hati rakyat sumedang dengan melengserkan Bupati Tanubaya II
sebagai Bupati Sumedang pdhl alasan Kompeni melengserkan tanubaya II
adalah kekhawatiran rakyat Sumedang angkat senjata memerangi bupatinya
dan kemudioan akan berdampak buruk dan mengancam keberadaan kompeni di
wilayah sumedang, Kemudian R.A.A.Sacapati I dilantik sebagai Bupati
panyelang sebagai pengganti Tanubaya II ,R.A.A Sacapati waktu itu tdk
bisa berbuat banyak selain hanya menyebarkan teleksandi untuk mengetahui
keberadaan R.Djamu,... pekerjaan R.A.A. Sacapati akhirnya membuahkan
Hasil karena teleksandi R.A.A Sacapati I menemukan keberadaan R.Djamu di
daerah Cianjur sebagai kepala Cutak diperkebuanan dan telah menikahi
putri dari Dalem Cikundul, maka R.A.A Sacapati I menulis surat kepada
R.Wiratanu Datar/Dalem Cikundul tentang Kondisi Sumedang dan meminta
R.Djamu /P.Kornel kembali ke Sumedang untuk menjadi Bupati sumedang,
akhirnya dalem Cikundul menyetujui surat kiriman dari Bupati Panyelang
R.A.A Sacapati I, dan Dalem Cikundul menulis surat kembali kpd kompeni
belanda untuk mengangkat R.Djamu/P.Kornel untuk menjadi bupati Sumedang,
surat dari dalem cikundul disepakati oleh kompeni dan R.A.A Sacapati I
dgn segenap hati mengembalikan jabatan Bupati sumedang kpd R.Djamu dan
resmi dilantik pada tanggal 30 desember 1791 dengan gelar Raden
Tumenggung Surianagara/Kusumahdinata XI, dan R.A.A Sacapati I kembali
menjadi Patih Sumedang. Demikian sejarah singkat R,A,A Sacapti I leluhur
Manangga.